Medan – Karo Foundation meminta Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memprioritaskan pembangunan Jalan Tol Medan–Berastagi dengan memasukkannya ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) Tahun 2026. Permintaan tersebut disampaikan sebagai bentuk aspirasi dan jeritan masyarakat yang selama bertahun-tahun harus menghadapi risiko keselamatan saat melintasi jalur sempit, curam, rawan longsor, dan kerap macet parah.
Ketua Umum Karo Foundation, Letjen TNI (Purn) Musa Bangun, didampingi Sekretaris Umum Analgin Ginting, Koordinator Pilar 3 Infrastruktur Ir Budianto Surbakti MM, Dr Ir Iskandar Purba, serta Boy Brahmawanta Sembiring, menyampaikan hal tersebut kepada wartawan, Rabu (14/1/2026), melalui keterangan dari Jakarta.
“Yang kami sampaikan ini bukan sekadar keluhan, melainkan jeritan hati jutaan rakyat yang setiap hari bergantung pada jalur Medan–Berastagi. Kami tidak meminta kemewahan, kami hanya meminta kepastian akses yang aman dan manusiawi,” tegas Analgin Ginting.
Menurut Analgin, jalur Medan–Berastagi yang menjadi penghubung utama Sumatera Utara dengan Dataran Tinggi Karo hingga Aceh merupakan urat nadi penting distribusi pangan, pariwisata, dan perekonomian wilayah barat Indonesia. Namun ironisnya, hingga kini jalur vital tersebut masih berupa jalan nasional sempit, berkelok tajam, dan berada di kawasan rawan longsor.
“Setiap akhir pekan atau hari libur, perjalanan yang idealnya 1,5 jam bisa membengkak menjadi 5 hingga 8 jam akibat kemacetan parah. Ini bukan hanya soal waktu, tapi juga keselamatan,” ujarnya.
Senada, Boy Brahmawanta Sembiring menambahkan, ancaman longsor di tebing curam semakin memperburuk kondisi. Saat hujan deras, ribuan pengguna jalan berada dalam risiko tertimbun material longsor atau terisolasi tanpa jalur alternatif yang memadai.
Sementara itu, Koordinator Pilar 3 Infrastruktur Karo Foundation, Ir Budianto Surbakti MM, menegaskan bahwa persoalan Medan–Berastagi bukan sekadar isu infrastruktur, tetapi telah menjadi simbol ketimpangan pembangunan. “Di saat wilayah lain menikmati proyek strategis nasional, jalur yang menjadi nadi ekonomi Sumatera Utara justru terabaikan,” katanya.
Karo Foundation menilai, hanya dengan status PSN, percepatan pembangunan tol Medan–Berastagi, pembebasan lahan, serta skema pendanaan dapat dilakukan secara terintegrasi tanpa terhambat birokrasi yang berbelit.
Dampak buruk akses jalan ini, lanjut Analgin, juga sangat dirasakan sektor pariwisata. Berastagi dan kawasan sekitarnya yang merupakan destinasi unggulan serta pintu masuk menuju Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba bagian utara, mengalami penurunan kunjungan wisatawan.
“Minat wisatawan domestik maupun mancanegara menurun drastis. Hotel, UMKM, dan pelaku pariwisata di Tanah Karo hingga Dairi tumbuh jauh di bawah potensi. Investor pun enggan masuk karena tingginya biaya logistik dan ketidakpastian akses,” ujarnya.
Karo Foundation menegaskan akan terus memperjuangkan keadilan pembangunan bagi masyarakat Sumatera Utara, khususnya di jalur Medan–Berastagi–Dataran Tinggi Karo hingga tembus ke Aceh, agar masyarakat tidak lagi mempertaruhkan nyawa demi mobilitas dan aktivitas ekonomi.
Sumber Berita : https://www.hariansib.com/Medan-Sekitarnya/438959/karo-foundation-minta-presiden-prabowo-prioritaskan-tol-medanndashberastagi-masuk-psn-2026/3/
Comments