Karo Foundation

Indonesia Jadi Negara dengan Rasio Belanja Pendidikan terhadap PDB Terendah di Antara Ekonomi Besar Dunia

Share: Facebook Twitter Whatsapp LinkedIn 👁 372 views
Indonesia Jadi Negara dengan Rasio Belanja Pendidikan terhadap PDB Terendah di Antara Ekonomi Besar Dunia
Jakarta, Juli 2026, Prof Johanes Tarigan, Berdasarkan data terbaru UNESCO Institute for Statistics yang dipadukan dengan laporan ekonomi makro global per Juli 2026, Indonesia tercatat sebagai negara dengan alokasi belanja pendidikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) terendah di antara negara-negara dengan ekonomi terbesar di dunia.

Belanja pendidikan Indonesia hanya mencapai 1,3% dari PDB, berada di bawah Pakistan dan Bangladesh yang masing-masing mengalokasikan 2,0%, disusul Singapura 2,2%, Thailand 2,5%, Vietnam dan Irlandia masing-masing 2,9%, Trkiye 3,1%, serta Rumania dan Jepang yang sama-sama mengalokasikan 3,3% dari PDB.

Meski demikian, angka tersebut menghadirkan sebuah paradoks. Secara konstitusional, Indonesia mewajibkan alokasi 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk fungsi pendidikan. Namun, ketika diukur sebagai persentase terhadap PDB, nilainya hanya mencapai 1,3%. Hal ini disebabkan oleh besarnya ukuran PDB Indonesia, sementara anggaran pendidikan dalam APBN tersebar ke berbagai kementerian, pemerintah daerah, serta program pendukung yang tidak seluruhnya dikategorikan sebagai belanja pendidikan langsung dalam metodologi perhitungan internasional.

UNESCO juga menyoroti tantangan demografi yang dihadapi Indonesia. Dengan sekitar 40,2% penduduk berusia di bawah 24 tahun, kebutuhan investasi pada sektor pendidikan menjadi semakin besar untuk mempersiapkan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Kondisi serupa juga terjadi di Pakistan, yang memiliki proporsi penduduk muda mencapai 56,2%, namun hanya mengalokasikan 2,0% dari PDB untuk pendidikan. Menurut UNESCO, kombinasi antara tingginya populasi usia muda dan rendahnya investasi pendidikan berpotensi memengaruhi daya saing ekonomi serta produktivitas tenaga kerja dalam jangka panjang.

Di sisi lain, negara seperti Singapura dan Jepang juga mencatatkan persentase belanja pendidikan terhadap PDB yang relatif rendah, masing-masing 2,2% dan 3,3%. Namun, kondisi keduanya berbeda dengan Indonesia karena memiliki PDB per kapita yang jauh lebih tinggi serta jumlah penduduk usia muda yang lebih sedikit. Jepang, misalnya, hanya memiliki sekitar 20,8% penduduk berusia di bawah 24 tahun, sehingga belanja pendidikan per siswa tetap termasuk yang tertinggi di dunia meskipun rasio terhadap PDB terlihat lebih kecil.

Temuan ini menunjukkan bahwa besarnya persentase belanja pendidikan terhadap PDB tidak dapat dilihat secara terpisah. Analisis juga perlu mempertimbangkan ukuran ekonomi, struktur demografi, serta efektivitas distribusi anggaran agar dapat menggambarkan tingkat investasi pendidikan yang sesungguhnya di masing-masing negara.

Comments

Leave a Comment